Standar Sosial yang Dangkal: Dunia Hormati Hasil, Bukan Proses
Dunia menghormati hasil, bukan proses panjang yang diam-diam menghancurkanmu demi pencapaian. Itulah kurang lebih pesan yang disampaikan oleh Thomas Edison.
Realitanya, standar penilaian sosial itu sangat dangkal dan kejam. Dunia ini terlalu sibuk untuk peduli pada air mata, keringat, dan malam-malam tanpa tidur yang kamu habiskan di dalam kamar.
Kamu bisa saja mengorbankan kesehatan mentalmu, kehilangan hubungan sosial, hingga berada di titik nadir demi mengejar sesuatu. Namun, seperti kutipan Thomas Edison sebelumnya, masyarakat tidak akan pernah meluangkan waktu untuk mengheningkan cipta bagi perjuangan berdarah-darahmu. Mereka hanya berdiri di garis akhir, menunggu untuk melihat apakah kamu membawa piala atau tangan kosong.
Sekali lagi, standar penilaian sosial itu sangat dangkal dan kejam. Saat kamu gagal, semua proses panjang dan pengorbananmu akan dicap sebagai kebodohan atau kesia-siaan. Namun saat kamu berhasil, dunia akan mendadak lupa pada keraguan mereka dan mengagumi hasil akhirmu seolah-olah itu terjadi dalam semalam.
Jangan pernah menuntut empati dari penonton yang hanya ingin melihat pertunjukan selesai. Berhentilah mencari validasi atau tepuk tangan di tengah jalan. Mengharapkan orang lain memahami betapa hancurnya dirimu dalam proses berjuang hanya akan mendatangkan kekecewaan baru.
Pahami sejak awal: proses ini adalah urusanmu dengan dirimu sendiri. Rawatlah dirimu, jaga kewarasanmu dalam sunyi, dan bertarunglah dengan cerdas. Bukan untuk memamerkan seberapa menderitanya kamu, melainkan untuk memastikan bahwa hasil akhir yang kamu capai cukup membungkam mulut mereka yang meragukanmu.
Post a Comment for "Standar Sosial yang Dangkal: Dunia Hormati Hasil, Bukan Proses"
Berikan komentar Anda dan bagikan ke teman" Anda!