Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Politik adalah Seni Mencari Masalah

Politik adalah seni mencari masalah, menemukannya di mana-mana, mendiagnosisnya secara salah, lalu menerapkan obat yang tidak tepat. Begitulah kira-kira kalimat yang disampaikan oleh Groucho Marx.  Seorang legenda komedi asal Amerika yang terkenal di seluruh dunia. Dikenal sebagai pemimpin grup komedi legendaris Marx Brothers, gaya humornya yang cerdas, cepat, dan penuh sindiran telah menginspirasi banyak orang hingga saat ini.


Sumber gambar : theguardian

Para politisi adalah orang-orang yang paling sibuk di dunia, tapi jarang ada yang bisa menunjuk dengan tepat apa yang sudah mereka selesaikan. Sistemnya bekerja digambarkan seperti ini. Pertama, cari masalah atau kalau tidak ada, ciptakan kekhawatiran yang cukup besar agar orang merasa butuh seseorang untuk menyelamatkan mereka. Kedua, jelaskan masalah itu dengan cara menyederhanakan segalanya, mungkin bisa aja cari kambing hitam yang mudah untuk dibenci, buat narasi yang cukup emosional agar orang tidak sempat untuk berpikir jernih. Ketiga, tawarkan solusi yang terdengar masuk akal di permukaan tapi pada dasarnya hanya memindahkan masalah ke tempat yang lebih sulit dilihat, atau ke generasi berikutnya yang belum punya suara.

Dan siklus itu berulang setiap pemilu. Yang membuat ini bertahan bukan karena rakyatnya bodoh. Tapi karena sistemnya dirancang, entah sengaja atau tidak untuk menghasilkan keramaian bukan solusi. Masalah yang benar-benar selesai tidak menguntungkan siapapun yang hidup dari janji. Selama ada ketakutan, selama ada musuh bersama, selama ada krisis yang dikelola kecemasannya, kursi tetap aman.

Obat yang ditawarkan tidak dirancang untuk menyembuhkan. Ia dirancang untuk membuat pasien terus kembali. Dan kita, dengan sangat setia, terus kembali setiap lima tahun sekali, dengan harapan yang sama, kepada wajah yang berbeda, dan untuk hasil yang tidak terlalu jauh berbeda.

Post a Comment for "Politik adalah Seni Mencari Masalah"