Antara Sukses dan Bahagia, Mana yang Kamu Kejar?
Sukses gak selalu bikin bahagia. Tapi banyak orang tetap kejar sukses, sambil kehilangan sendiri di jalan.
Penelitian dari Harvard Study of Adult Development, studi longitudinal terpanjang tentang kebahagiaan manusia, menyimpulkan bahwa hubungan yang hangat dan bermakna jauh lebih menentukan kebahagiaan jangka panjang dibanding status sosial atau pencapaian karir.
Di dunia yang serba pamer pencapaian, baik di Medsos seperti Instagram, Tiktok dan lain sebagainya, kerap orang kadang lupa bertanya: "Aku ini ngejar apa, sih?" Ada yang tiap hari kerja 12 jam, merasa produktif, tapi kesepian. Ada yang udah punya semua, tapi tetap merasa kosong. Ada juga yang hidup sederhana, tapi sangat damai.
Masalahnya bukan di sukses atau gak sukses. Tapi defenisi dan arah kejaran kita. Apa yang kita kejar benar-benar kita butuhkan, atau cuma karena takut ketinggalan? Jadi, antara sukses dan bahagia, mana yang kamu kejar? 5 perbedaan yang harus kamu ketahui.
1. Sukses itu pencapaian. Bahagia itu penerimaan.
Jonathan Haidt dalam The Happiness Hypothesis menjelaskan bahwa otak manusia punya sistem hedonik: kita merasa senang saat mencapai sesuatu, tapi itu gak bertahan lama. Pencapaian akan cepat jadi standar baru. Sebaliknya, kebahagiaan bertahan lebih lama saat kita bisa menerima hidup dengan penuh rasa syukur dan makna, bukan tuntutan.
2. Sukses sering datang dari perbandingan. Bahagia lahir dari kedalaman.
Daniel Gilbert dalam Stumbling on Happiness menekankan bahwa banyak orang mengejar hal yang "kelihatan" bikin orang lain bahagia, bukan yang sesuai dengan dirinya. Kita sering mengejar standar sosial: gaji, jabatan, status. Tapi lupa bertanya, apa sih yang benar-benar bikin kita damai secara batin?
3. Sukses tanpa koneksi bikin kesepian.
Dalam The Art of Happiness, menekankan bahwa koneksi dengan orang lain, empati dan kasih sayang justru faktor utama kebahagiaan jangka panjang. Banyak orang sibuk bangun karir, tapi gak bangun hubungan. Akhirnya, mereka punya banyak hal, tapi ga punya siapa-siapa untuk merayakannya.
4. Sukses itu hasil. Bahagia itu proses.
Sukses sering diukur: lulus cumlaude, punya rumah, jadi manajer, aktor terkenal, direktur dan lain sebagainya. Tapi bahagia? ia muncul di hal-hal yang gak bisa diukur: waktu bersama orang tersayang, sore yang tenang, secangkir kopi sambil baca buku, memancing. Kita lupa bahwa hidup dijalani, bukan dicapai.
5. Sukses tanpa arah bikin lelah. Bahagia memberi arah tanpa beban.
Kalau tujuanmu cuma "harus lebih dari orang lain" kamu akan capek terus. Tapi kalau kamu tahu apa yang bikin kamu bahagia, bikin kamu damai, kamu bisa bilang cukup dan menikmati hidup tanpa merasa gagal.
Sukses gak salah, tapi mengejar sukses dengan mengorbankan kebahagiaan pribadi, itu yang bikin hidup terasa hampa. Kadang yang kita kejar bukan mimpi kita, tapi ekspektasi orang lain. Emangsih akhir-akhir ini, banyak yang bilang, kerja keraslah selagi masih muda, tunda kebahagianmu, karna semua orang bisa jadi kaya, tapi saya pikir semua orang tak bisa jadi kaya.
Kamu sendiri, sedang ngejar yang mana? Tulis pendapatmu di kolom di kolom komentar. Kalau menurutmu tulisan ini penting buat orang-orang yang kamu sayangi, jangan ragu buat share sekarang.

Post a Comment for "Antara Sukses dan Bahagia, Mana yang Kamu Kejar? "
Berikan komentar Anda dan bagikan ke teman" Anda!